Tuesday, December 30, 2025

Bea Cukai Batam Pastikan Limbah B3 Tak Beredar, 822 Kontainer Diamankan Untuk Reeksport




Bicara Batam - KPU Bea Cukai Batam memastikan bahwa kontainer yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tidak beredar di dalam negeri. Melalui pengawasan ketat di pintu masuk, Bea Cukai Batam telah mengamankan total 822 kontainer di pelabuhan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan masyarakat.


Langkah pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi awal dari Basel Action Network (BAN) terkait dugaan impor limbah elektronik dari Amerika Serikat. Bea Cukai Batam bersama instansi teknis, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan BP Batam, telah melakukan pemeriksaan fisik terhadap 74 kontainer pertama. 


Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa muatan kontainer berisi limbah elektronik kategori B107d dan limbah terkontaminasi B3 yang tergolong barang larangan untuk dimasukkan ke wilayah Indonesia.


Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik tersebut serta kesesuaian karakteristik barang dengan keterangan pada manifes kapal, Bea Cukai Batam kemudian menahan kontainer lain yang diduga membawa muatan serupa. 


Penahanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh barang berbahaya tidak memasuki peredaran dalam negeri. Hingga 3 Desember 2025, sebanyak 822 kontainer telah diamankan di pelabuhan sebagai bagian dari langkah pengawasan tersebut.


"Bea Cukai menegaskan bahwa tidak ada pembiaran terhadap potensi pemasukan limbah berbahaya ke Indonesia. Prinsip pengawasan yang diterapkan Bea Cukai adalah pencegahan sejak di pintu masuk, sehingga barang yang berindikasi membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat dihentikan sebelum beredar," kata Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah.


Terkait penyelesaian atas kontainer tersebut, Bea Cukai Batam menegaskan bahwa mekanisme yang ditempuh adalah reekspor. Berdasarkan hasil pemeriksaan, muatan kontainer tergolong barang berbahaya dan dilarang masuk ke wilayah Indonesia sehingga tidak dapat dilegalkan. 


Oleh karena itu, importir wajib mengembalikan barang ke negara asal melalui mekanisme ekspor kembali. Bea Cukai Batam telah menerbitkan surat rekomendasi reekspor serta surat peringatan resmi kepada masing-masing perusahaan agar segera melaksanakan kewajiban tersebut.


Bea Cukai Batam juga menjelaskan bahwa pemasukan kontainer merupakan hubungan bisnis antara importir, pemasok luar negeri, dan perusahaan transporter (B2B), serta tidak dikendalikan oleh Bea Cukai. Namun demikian, setiap kontainer yang berdasarkan manifes memiliki karakteristik serupa langsung diamankan untuk memastikan proses reekspor dapat dilaksanakan dan barang tidak beredar di dalam negeri.


Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Bea Cukai Batam menerima aksi penyampaian aspirasi dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepulauan Riau yang berlangsung tertib dan damai di halaman Kantor Bea Cukai Batam pada Jumat (05/12). Bea Cukai Batam mengapresiasi partisipasi publik dalam mengawasi pelaksanaan fungsi pengawasan negara serta menyampaikan penjelasan terkait langkah penindakan yang telah dan sedang dilakukan.


Melalui pengawasan yang tegas, sinergi lintas instansi, serta penyampaian informasi yang transparan kepada masyarakat, Bea Cukai Batam menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan kepentingan nasional dari ancaman peredaran limbah B3.***

Thursday, December 18, 2025

Amsakar Achmad: Hari Jadi Batam Momentum Refleksi Perjalanan Panjang Kota Yang Lahir Dari Keputusan Sejarah

 


Bicara Batam -  Kini usia Kota Batam memasuki ke-196, dalam hal ini Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmen menjadikan Batam sebagai kota yang unggul dan berdaya saing, saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-196 Kota Batam di Dataran Engku Puteri, Batam Centre, Kamis (18/12/2025) siang.


Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Anggota DPD RI Ria Saptarika, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua TP PKK Kota Batam Erlita Sari Amsakar, unsur Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.


Dalam amanatnya, Amsakar menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Batam bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang kota yang lahir dari keputusan sejarah dan tumbuh melalui proses pembangunan berkelanjutan.


Ia menjelaskan, penetapan 18 Desember sebagai Hari Jadi Batam merujuk pada Surat Perintah Yang Dipertuan Muda Riau Lingga kepada Raja Isa Ibni Raja Ali pada 22 Jumadil Akhir 1245 Hijriah atau bertepatan dengan 18 Desember 1829 Masehi. Penetapan tersebut kemudian diperkuat melalui kajian akademik dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009.


“Dengan demikian, hari ini Batam genap berusia 196 tahun,” ujar Amsakar.


Pada momentum tersebut, Amsakar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Batam. Ia berharap peringatan hari jadi ini menjadi pemantik semangat untuk terus membawa Batam melangkah maju.


“Dengan penuh rasa syukur, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-196 Kota Batam. Semoga Batam terus tumbuh sebagai kota yang unggul, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,” katanya.


Ucapan selamat juga disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi Batam sebagai momentum memperkuat rasa memiliki dan kebersamaan.


“Selamat Hari Jadi ke-196 Kota Batam. Batam adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga persatuan, saling mendukung, dan terus berkontribusi demi Batam yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Li Claudia.


Sejak awal berdirinya, Batam telah mengalami transformasi besar. Dari pulau kecil, Batam berkembang menjadi pusat aktivitas maritim, basis logistik nasional, hingga kawasan strategis dengan status daerah otonom serta kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.


Menurut Amsakar, perjalanan tersebut menempatkan Batam sebagai kota dengan peran strategis, tidak hanya bagi Kepulauan Riau, tetapi juga bagi Indonesia secara nasional.


Mengusung tema “Unggul dan Berdaya Saing”, Amsakar menegaskan tema tersebut menjadi arah pembangunan Batam ke depan. Keunggulan tidak semata diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, karakter masyarakat, serta kemampuan kota menjaga nilai dan identitas budaya.


“Batam harus tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan jati diri, serta maju tanpa meninggalkan siapa pun,” tegasnya.


Selain unggul, Batam juga dituntut memiliki daya saing yang kuat. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang andal, layanan publik yang profesional, regulasi yang mendukung iklim investasi, serta transformasi ekonomi berbasis teknologi dan digital.


Sebagai kota yang berada di jalur pelayaran internasional, Batam memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.


Amsakar menambahkan, arah pembangunan Batam sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi bangsa yang unggul, mandiri, dan berdaulat secara ekonomi.


Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Batam menyiapkan 15 program unggulan. Program tersebut meliputi penguatan layanan air bersih, pengendalian banjir, pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam, bantuan bagi UMKM, pendidikan gratis, pembangunan sekolah, peningkatan transportasi publik, pengelolaan sampah berbasis teknologi, serta penguatan investasi dan sektor MICE.


Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Batam di tingkat regional dan global.


Di akhir amanatnya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas kemanusiaan, khususnya terhadap masyarakat di Pulau Sumatera yang tengah menghadapi ancaman bencana.


“Batam harus unggul dalam pembangunan, sekaligus hadir dalam solidaritas kemanusiaan,” ujar Amsakar Achmad dalam keterangan pers di account media center Batam.


Komitmen tersebut juga tercermin dalam suasana kebersamaan pada puncak peringatan Hari Jadi Batam. Pada momen itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mempersembahkan lagu daerah “Batam Ku”, ciptaan Ahmad Dahlan, Wali Kota Batam periode 2006–2016.


Melalui lantunan lagu yang sarat makna, Li Claudia menyampaikan pesan cinta dan kebanggaan terhadap Batam sebagai rumah bersama. Lagu “Batam Ku” menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan sekaligus ajakan memperkuat komitmen kolektif membangun Batam yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Suasana kebersamaan tersebut semakin semarak dengan rangkaian atraksi yang menyedot perhatian masyarakat. Selain penampilan seni dan hiburan, puncak peringatan Hari Jadi ke-196 Kota Batam juga dimeriahkan atraksi udara dari TNI Angkatan Udara.


Atraksi diawali dengan penampilan lima paramotor yang melintas di langit Dataran Engku Putri. Masing-masing membawa panji-panji, mulai dari ucapan Selamat HJB ke-196, bendera HJB ke-196, TNI AU, hingga Merah Putih. Paramotor terbang dari sisi barat, memutari dataran upacara, lalu menghilang di balik gedung BP Batam.


Tak lama berselang, raungan pesawat tempur F-16 memecah langit dan kembali menyedot perhatian warga. Pesawat kebanggaan TNI AU itu melakukan manuver ekstrem sebanyak lima kali di antara pencakar langit jantung Kota Batam, menghadirkan atraksi yang menegangkan sekaligus memukau, sekaligus menjadi penutup yang berkesan pada peringatan Hari Jadi ke-196 Kota Batam. (BB)

Wednesday, December 17, 2025

Siswa SD Muhammadiyah Sedang Menyimak Tentang Wawasan Kebangsaan Oleh Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724 Boyolali



Bicara Batam - Boyolali, Selasa (16/12/2025), Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis dan berwawasan kebangsaan, Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali, Serka Agus Budiyanto, secara rutin melaksanakan pembinaan teritorial sekaligus sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para pelajar.


Kegiatan tersebut kali ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Khusus, Dukuh Jati, Desa Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, (16/12/2025), dengan sasaran siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar.


Dalam penyampaian materinya, Serka Agus Budiyanto memberikan pemahaman tentang cinta tanah air serta sejarah Hari Lahir Pancasila. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar dapat diterima dengan baik oleh para siswa.


Menurutnya, kegiatan Wasbang ini bertujuan untuk membentuk mental, kebersamaan, dan jiwa korsa antar siswa, sekaligus menanamkan kedisiplinan, semangat bela negara, serta rasa cinta tanah air sejak usia dini. Dengan pembinaan tersebut, diharapkan para siswa kelak tumbuh menjadi generasi yang berkompeten dan memiliki kepedulian tinggi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Pembekalan wawasan kebangsaan tidak hanya penting bagi pelajar tingkat SMP maupun SMA, tetapi justru jenjang Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk dasar mental dan perilaku generasi penerus bangsa,” ujar Serka Agus Budiyanto.


Ia menambahkan, melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini, anak-anak diharapkan memiliki pondasi karakter yang kuat sebagai bekal dalam meraih cita-cita di masa depan, sekaligus menjadi generasi penerus bangsa yang cinta tanah air dan berjiwa Pancasila. (Bicara Batam)



Monday, December 1, 2025

Kodam I/BB Salurkan Bantuan 14.225 Nasi Bungkus Kepada Warga Yang Terdampak Banjir Di Medan




Bicara Batam - Kodam I/BB melalui Bekangdam I/BB mendistribusikan 14.225 nasi bungkus kepada Kodim 0201/Medan untuk membantu warga yang terdampak banjir di sejumlah kawasan Kota Medan, Minggu (30/11/2025). 


Bantuan ini merupakan bagian dari langkah cepat Kodam I/BB dalam mendukung penanganan banjir yang masih berlangsung.


Ribuan paket makanan siap saji itu diangkut menggunakan Ran Truck NPS Denjasaang untuk disebar ke titik pengungsian dan permukiman warga yang masih tergenang air di wilayah Kodim 0201/Medan. 



Setiap paket berisi nasi putih, telur dadar, mie goreng, sambal sachet, sendok plastik, serta air mineral 330 ml.


Distribusi nasi bungkus ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan makan warga tetap terpenuhi selama proses penanganan banjir, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas.


Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, mengatakan Kodam I/BB akan terus mengerahkan sumber daya untuk mendukung masyarakat yang terdampak. 


“Kami berupaya hadir secepat mungkin di tengah warga. Setiap bantuan yang dikirimkan adalah bentuk kepedulian Kodam I/BB agar masyarakat tetap terbantu di situasi sulit ini,” ujar Kapendam I/BB. (Redaksi)


Sumber: Pendam I/BB

Pelatihan Kerja Gratis Pemko Batam Bersertifikasi Kompeten Tahun 2026

Bicara Batam - Kesempatan bagi warga masyarakat Batam untuk ikut pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara free atau gratis, Pemerintah Kot...